Paleteang, (Humas Pinrang) –Kebahagiaan yang luar biasa dirasakan oleh peserta didik MAN Pinrang setelah meraih medali perak pada pada kategori “Pure Science (Chemistry)” pada ajang internasional yang di laksanakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Bandung dan Internasional Young Scientist Association (IYSA) yang diselenggarakan pada 1 – 4 Juli 2021 Read more
Awalnya, kehidupan Besse, dan teman-temannya berjalan normal. Namun semenjak Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kehidupan mereka berubah secara drastis. Besse dipaksa ibunya untuk menikah, Rammang dipaksa bekerja di sawah oleh bapaknya, dua kakak beradik Monica dan Andien malah kecanduan Game online sehingga membuat matanya hampir buta. Dengan segala kerumitan yang ada, akankah Besse mampu bertahan melanjutkan sekolahnya bersama teman-temannya? Ataukah mengikuti keinginan ibunya untuk menikah? Read more
Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 27 Tahun 1980 tentang Pemindahan Madrasah Negeri dan Pendidikan Guru Agama Negeri, yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Mei 1980, menandai awal berdirinya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pinrang. Pertimbangan utama dalam keputusan ini adalah kebutuhan dan minat masyarakat terhadap pendidikan madrasah. Oleh karena itu, dilakukan beberapa relokasi madrasah, termasuk MAN Ujung Pandang II yang semula berada di Kota Ujung Pandang, dipindahkan dan diubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pinrang di Kabupaten Pinrang.
Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 1 April 1981, diterbitkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan dengan nomor Wt/l-b/SK.945/6/1981 yang mengatur pemindahan sejumlah guru dan pegawai ke MAN Pinrang. Dalam keputusan tersebut, tercatat sebelas orang yang dipindahkan untuk menjadi guru dan pegawai di MAN Pinrang, antara lain Drs. M. Hasyim, Daming, BA., Mashud, BA., Muh. Thalhah K., H. Mas’ud Rauf, BA., Aliyyong Jafar, BA., St. Zaenab H, BA., St. Aisah, BA., dan M. Saini, P., BA. Selain itu, terdapat dua tenaga kependidikan yang dipindahkan, yaitu Muh. Sidarta T. dan H. Zainuddin Kitta. Adapun kepala MAN pertama pada saat itu adalah Muhammad Nadhir Aris.
Pada mulanya, proses pembelajaran di MAN Pinrang dilaksanakan di gedung MTs. Ma’arif-NU yang saat itu berlokasi di Jalan Monginsidi, Kabupaten Pinrang. Kehadiran MAN Pinrang disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat, yang terlihat dari tingginya jumlah pendaftar pada tahun pertama penerimaan siswa. Saat itu, tercatat sebanyak 160 orang mendaftar dan menjadi peserta didik di MAN Pinrang. Para siswa tersebut kemudian dibagi ke dalam empat rombongan belajar untuk memudahkan proses pembelajaran.